Kamis, 14 Juli 2016

#Ngelancong Cimanggu, Telusuri Jejak Lalu

jala rasa, ngelancong
Jala Rasa,- #Ngelancong ke Cimanggu. Salah satu kecamatan yang berada di Cilacap.

Dari segi sendiri nama sendiri yang berawalan Ci yang berasal dari suku kata 'Cai' yang dalam bahasa Sunda artinya 'air'.

Untuk itu banyak sangkaan yang menyebut daerah tersebut terdaftar dalam provinsi Jawa Barat apalagi terdapat beberapa daerah yang mempunyai nama serupa, misalnya Cimanggu di Bogor atau Cimanggu kawasan Ciwidey atau mungkin masih terdapat daerah yang dengan nama yang serupa.

Sekilas tentang Cimanggu bisa jadi penamaan tersebut  orang yang sama, yakni Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda.  Dugaan tersebut diperkuat dengan naskah kuno  primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627, batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah sungai Cipamali (yang saat ini sering disebut sebagai kali Brebes) dan sungai Ciserayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.

Maka tak mengherankan jika sampai detik ini, warga Cimanggu mengenakan bahasa Sunda dan sebagian lagi mengenakan bahasa jawa. Memang secara pengucapan dan kosakata bahasa Sunda yang dikenakan warga Cimanggu cukup berbeda dengan bahasa Sunda di porvinsi Jawa Barat hal serupa juga berlaku untuk baahasa Jawa.

Lalu adakah yang lebih menarik dari Cimanggu itu sendiri.  Bagi Anda yang tak pernah bersentuhan langsung mungkin tak ada yang menarik dari desa ini. Sudah benar itu, memang desa ini tak mempunyai lokasi yang begitu eksotits sehingga mendatangkan para wisatawan.

Namun, secara khusus  Cimanggu tetaplah sebuah desa yang penuh cerita. Cerita kembali hadir, bagaimana saban sore menjadi ajang memancing dan tempat mandi di balik tanggul.

Sambil menikmati senja.  Akh  Seandainya saja. Yups, seandainya Doraemon tak hanya ada dalam serial TV menemani hari libur sekolah mungkin cerita bakal berbeda. Saya akan dengan mudah mengulang kembali bukanya hanya menelusuri jejak-jejak lalu.

Dan bantuan  pemilik kantung ajaib, maka sangat mungkin kisah #Ngelancong ini akan menjadi hal lain, paling tidak dengan pintu ajaib atau lorong waktu saya akan lebih lelusa kapan saja dan hendak kemana saja, minimal saya menelusuri tak hanya dalam satu tahun sekali.

Sudahlah lupakan soal Doraemon. Yang pasti, kali ini saya begitu menikmati senja bersama segala kenangan lalu.


Selasa, 14 Juni 2016

WOW !!! Raja Ampat

JalaRasa,- Ngelancong Raja Ampat!!!! Sudah pasti mau banget. Mendengarnya saja sudah bikin gimana, membanyangkan ngopi sambil menikmati matahari tenggelam.

Seandainya aja ada yang bersedia mengajak. Sudah pasti sulit ditolak.

Gimana juga bisa nolak, dia itu sudah terlalu menggoda, godaan kian bertambah dari foto presiden Jokowi duduk sarungan dengan latar matahari dan yang berikutnya adalah cerita klien Boleh Kaosan soal Raja Ampat dengan menunjukan hasil jepretan dia.

Jika sudah demikian, lalu  bagaimana bisa melepaskan diri. Dia itu sudah  seperti  bidadari yang selalu saja melambaikan tangan dan ia tak akan membirkan aku berpaling pada lain hati. Yups, keindahan Raja Ampat sudah kaya bidadari yang selalu bermain dalam lamunanku.

Saat ini, aku kembali melihat catatan wisata mana aja yang bakal dikunjungi. Dalam deretan nama itu tertulis besar kali, RAJA AMPAT.  Sampai sekarang Raja Ampat masih menjadi catatan dalam daftar  lokasi mana aja yang bakal dikunjungi. Ingat bakal dikunjungi, tapi entah kapan?

Khusus untuk Raja Ampat sendiri, aku begitu yakin bakal kesana apa lagi dibantu dengan seseorang yang terus aja mendorong untuk mengikuti lambaian bidadari. hehehe, kuda.