Jumat, 15 Juli 2016

Iseng #Ngelancong Kota Tua



Jala Rasa,- Mungkin Anda juga pernah merasakan apa yang saya rasakan, yakni saat hari terasa menjemukan dan entah mau ngapain. Utama saya yang hanya seorang pengaguran. Waktu pun terasa begitu lama berlalu hampir sama saat menanti seseorang datang.

Yak sudah, dari pada enggak jelas mau ngapain maka diputuskan aja pergi stasiun Pondok Ranji turun di Tanah Abang lalu ke Manggarai dan pada akhirnya naik kerata KRL ke Kota Tua. Woy ternyata cukup panjang juga untuk sampai Kota Tua dari Ciputat sampai-sampai naik-turun kereta sampai tiga kali.

Yups, kali ini sasaran #Ngelancong saya pada Kota Tua. Soal cerita kota yang dipadati dengan bangunan jaman dahulu sudah terlalu banyak ngebas. Terlalu banyak blogger yang sudah menjelaskan secara rinci sampai nama-nama musium lengkap pada masa siapa lengkap terlampir.

Dan saya tak punya kemampun untuk mengulasnya apalagi sampai menulis pernjalanan sampai benar-benar rinci. Saya hanya iseng-iseng ngabisin waktu dan bergaya seolah Fotografer padahal cuma tukang foto amatir.

Ini salah satu hasil jepretan di kota tua yang dipenuhi orang-orang mencari hiburan. Kota Tua menjadi wisata aternatif masyarakat sekitar Jakarta, Tangerang dan mungkin ada dari luar JABODETABEK, itu mungkin saja.

Pasti wisata murah tanpa harus merogoh kocek sekian ratusan bahkan bisa mendakati jutaan. Banyangkan saja dari dari Ciputat yang sudah beda profinsi dari Jakarta hanya menghabiskan uang enggak lebih dari Rp 20.000,- bahan mendapat kembalian asal mau antri menukar tiket yang dipegang.

Udah langsung aja dan silakan simak kalau perlu kasih komentar yang jelas mengenai aktivitas saya ini.






Kamis, 14 Juli 2016

#Ngelancong Cimanggu, Telusuri Jejak Lalu

jala rasa, ngelancong
Jala Rasa,- #Ngelancong ke Cimanggu. Salah satu kecamatan yang berada di Cilacap.

Dari segi sendiri nama sendiri yang berawalan Ci yang berasal dari suku kata 'Cai' yang dalam bahasa Sunda artinya 'air'.

Untuk itu banyak sangkaan yang menyebut daerah tersebut terdaftar dalam provinsi Jawa Barat apalagi terdapat beberapa daerah yang mempunyai nama serupa, misalnya Cimanggu di Bogor atau Cimanggu kawasan Ciwidey atau mungkin masih terdapat daerah yang dengan nama yang serupa.

Sekilas tentang Cimanggu bisa jadi penamaan tersebut  orang yang sama, yakni Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda.  Dugaan tersebut diperkuat dengan naskah kuno  primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627, batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah sungai Cipamali (yang saat ini sering disebut sebagai kali Brebes) dan sungai Ciserayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.

Maka tak mengherankan jika sampai detik ini, warga Cimanggu mengenakan bahasa Sunda dan sebagian lagi mengenakan bahasa jawa. Memang secara pengucapan dan kosakata bahasa Sunda yang dikenakan warga Cimanggu cukup berbeda dengan bahasa Sunda di porvinsi Jawa Barat hal serupa juga berlaku untuk baahasa Jawa.

Lalu adakah yang lebih menarik dari Cimanggu itu sendiri.  Bagi Anda yang tak pernah bersentuhan langsung mungkin tak ada yang menarik dari desa ini. Sudah benar itu, memang desa ini tak mempunyai lokasi yang begitu eksotits sehingga mendatangkan para wisatawan.

Namun, secara khusus  Cimanggu tetaplah sebuah desa yang penuh cerita. Cerita kembali hadir, bagaimana saban sore menjadi ajang memancing dan tempat mandi di balik tanggul.

Sambil menikmati senja.  Akh  Seandainya saja. Yups, seandainya Doraemon tak hanya ada dalam serial TV menemani hari libur sekolah mungkin cerita bakal berbeda. Saya akan dengan mudah mengulang kembali bukanya hanya menelusuri jejak-jejak lalu.

Dan bantuan  pemilik kantung ajaib, maka sangat mungkin kisah #Ngelancong ini akan menjadi hal lain, paling tidak dengan pintu ajaib atau lorong waktu saya akan lebih lelusa kapan saja dan hendak kemana saja, minimal saya menelusuri tak hanya dalam satu tahun sekali.

Sudahlah lupakan soal Doraemon. Yang pasti, kali ini saya begitu menikmati senja bersama segala kenangan lalu.