#Ngelancong atau bepergian bahkan kalau bisa menjelajahi tiap jengkal Nusantara.Namun sayang, sampai saat ini saya lebih sering menikmatinya melalui blog atau sejenisnya yang menampilkan betapa eksotisnya kawasan tersebut.
Dari sekian begitu banyak daerah-daerah yang begitu eksotis, ada satu kawasan yang sudah lama tercampun dalam daftar susunan kawasan yang bakal dikunjungi, yakni Lombok (Nusa Tenggara Barat) terutama mendaki gunung Rinjani. Entah mengapa masih saja tetap mengendap dalam bantin ini padahal keingin tersebut telah bertahun-tahun lamanya.
Rinjani sebuah gunung yang berada urutan kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl ini sepertinya tak akan bakal menguap begitu saja. Keinginan untuk berdiri di puncak hingga kini malah kian kuat.
Dan seperti biasa saat keinginan itu begitu kuat, saya kembali menyusun rencana sambil menikmati beberapa potret perihal pesona Rinjani. Dari beberapa blok yang mengisahkan perjalanannya,entalah anggap saja dia benar-benar pernah mendaki.
Pada blog tersebut dipaparkan secara rinci perihal jalur pendakian, disebutkan ada dua jalur, yakni Sembalum dan Senaru dengan jarak tempuh memakan waktu 4-5 hari. Yups, untuk mendaki bisa melalui Semblum dan turun melalui Senaru atau sebaliknya.
Perihal mengenai lebih rinci soal pendakian silakan dibuka sendiri pada blog yang beralamat di http://manusialembah.blogspot.co.id/ atau blog-blog lainnya.
Maaf saat ini, saya lagi enggan mencatatakan perjalanan tersebut lantaran biarlah catatan tersebut terlalir dari pengalaman sendiri meskipun belum jelas kapan pastinya. hehehe
Kalau pun sudah terlakasan pasti bakal tertulis disini lengkap dengan protret-potret yang dari seorang amatiran. hehehehe.
Dan cacatan ini dimaksudkan ternyata sebagai penghibur atas keinginan yang belum juga terwujud, yakni #Ngelancong ke Rinjani. hehehe.
Jumat, 02 September 2016
Senin, 29 Agustus 2016
Ngelancong, Main Hujan-hujanan
Jalarasa,- #Ngelancong atau berpergian menyaksikan tempat-tempat indah, sebuah tempa yang dapat mengugah rasa, terpana pada pesona alam. Wah, mau banget apa lagi untuk sebuah kawasan yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Namun apalah daya, pada kenyataan banyak kawasan tersebut belum juga terjangkau. Entalah, mungkin masih angan-angan semata sambil berharap keajaiban bakal datang. hehehe.
Ketimbang ngelamun dan keajabain tak kunjung datang, aku putuskan aja mengunjungi teman, itung-itung sekalian minum #kopi hitam gratis. Bukanya ini sama aja, yang membedakan adalah kawasan yang bakal dikunjungi dan utamanya adalah dana.
Ngelancong pun dimulai, tak lama berselang hidangan kapi panas tela siap disruput. Sambil menikmatnya, rinai hujan mulai mengguyur kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Anak-anak mulai berkumpul di pinggir rel kereta api, mereka seakan tela merelakan badanya diguyur hujan dan menanggung resiko terbesar, yakni omelan dari sang ibu.
Peristiwa ternyata membanwa pada kampung halaman, saat itu hujan adalah kejadian yang selalu menyenangkan untuk bermain bola. Dan mungkin kejadian bakal sama dengan anak-anak yang tengah hujan-hujan, saat tiba di rumah maka tamparan bakal mendarat di paha. Sambil menangis, ibu galak. heehe
Foto yang di atas adalah salah satu foto yang saya berhasil dijepret. Untuk foto-foto lainnya, lain kali aja
Namun apalah daya, pada kenyataan banyak kawasan tersebut belum juga terjangkau. Entalah, mungkin masih angan-angan semata sambil berharap keajaiban bakal datang. hehehe.
Ketimbang ngelamun dan keajabain tak kunjung datang, aku putuskan aja mengunjungi teman, itung-itung sekalian minum #kopi hitam gratis. Bukanya ini sama aja, yang membedakan adalah kawasan yang bakal dikunjungi dan utamanya adalah dana.
Ngelancong pun dimulai, tak lama berselang hidangan kapi panas tela siap disruput. Sambil menikmatnya, rinai hujan mulai mengguyur kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Anak-anak mulai berkumpul di pinggir rel kereta api, mereka seakan tela merelakan badanya diguyur hujan dan menanggung resiko terbesar, yakni omelan dari sang ibu.
Peristiwa ternyata membanwa pada kampung halaman, saat itu hujan adalah kejadian yang selalu menyenangkan untuk bermain bola. Dan mungkin kejadian bakal sama dengan anak-anak yang tengah hujan-hujan, saat tiba di rumah maka tamparan bakal mendarat di paha. Sambil menangis, ibu galak. heehe
Foto yang di atas adalah salah satu foto yang saya berhasil dijepret. Untuk foto-foto lainnya, lain kali aja
Langganan:
Komentar (Atom)
