Senin, 06 Maret 2017

Lalu Waktu dan Aku

JalaRasa,- Ngelancong, perjalananku dijumpai
pohon yang tumbuh di tepi jalan. Darinya terdapat bunga berwarna putih yang tengah mekar-mekarnya. Maka rasanya tak mengherankan jika terpancar keindahan bagi siap saja yang menyempatkan diri untuk sejenak singgah.

Yup, bunga mekar dengan kelopak putih indah lalu waktu menyisakan segala kenangan. Kini yang terdapat hanya bunga dengan kelopak mulai berceceran. Cerita bunga mekar berganti dengan bunga layu.

Waktu pada putaran merenggut keindahan bunga tepi jalan. Waktu telah melakukan serangan begitu dahsyat. Lalu bunga hanya bisa pasrah menerima serangan. Bagi bunga sekuat mempertahan kelopak agar tetap terjaga hanya impian semata.

Sejauh mana bertahan agar tetap terjaga segala macam keindahanya? Kurang lebih begitulah, sebuah putaran waktu yang membawa pada perjalanan dan pada titik-titik tertentu lalu lenyap. Mungkinkah akan mengenangnya, entalah.



Sabtu, 04 Maret 2017

Ngelancong, Bakul Pecel

Ngelancong atau bisa juga disebut juga mengunjungi (berkunjung) pada sebuah tempat. Sebuah aktivitas kunjungan kali dapat dikatakan  memang bukan sebuah tempat yang begitu eksotis sehingga mengundang sejumlah pelancong hingga luar Indonesia.

Bagaimana dibilang istimewa, saya cuman mengunjungi seorang teman di tempat usahanya. Memang secara kebetulan saja, dia lebih dahulu bergerak bidang jasa dan obrolan tak jauh-jauh dari putaran bisnis. Tapi, setidaknya cukuplah untuk merefres otak dari cerita yang terkesan itu-itu saja, itung-itung cuci mata.

Dan saya mencoba menyakini, setiap perjalanan akan selalu terdapat hal-hal yang menarik tinggal sejauh mana menangkap moment di sela-sela putaran waktu meskipun dalam obrolan hanya seputar ngalor-ngidul enggak jelas, terpenting ada kopi hitam.

Dalam perjalanan obrolan datang bakul pecel ( ada juga yang menyebutnya dengan pecal), sebuah makanan berupa sayuran dengan campuran bumbu kacang. Kisah bakul pecel ini pun mengingatkan pada cerita beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat saya masih berkecimpung dalam dunia organisasi.

Kala itu, saban bakul tersebut datang, saya bersama teman-teman selalu iuran untuk membeli pecel. Setidaknya lumayan buat ganjal perut mengingat anak kost yang tak mempunyai kos-kosan yang selalu kabur tiap memasuki bulan baru.

Bicara perihal pecel versi Wikipedia, makanan pecel belum diketahui dari daerah mana berasal cuma sebuah dugaan semata, pecel merupakan makanan yang berasal dari Madiun, Jawa Timur. Dugaan tersebut lantaran bumbu kacang yang mirip dengan sate Ponorogo.

Bagiamana cerita selanjutnya soal bakul pecel, silakan simak saja beberap jepretan photograpery amatir ini