Selasa, 07 Maret 2017

Pada Stasiun Itu

jalarasa,- Ngelancong,-

 Saat foto disodorkan maka akan terlahir beragam penafsiran. Sejumlah makna bermuculan  malah sangat dimungkinkan tak pernah terpikirkan sang pemilik foto. 


Ngelancong untuk singgah sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Kurang lebih begitulah gambaran saat aku diharuskan berganti kereta.

Pada salah satu stasiun di kawasan Jakarta, menanti kehadiran kereta yang bakal mengantarkan pada sebuah titik.

Sebagaiamana yang sudah-sudah dan mungkin dalam beberapa tahun ini, apa yang dinamakan stasiun tak akan pernah sepi kecuali kereta berhenti menjalankan fungsing sebagai kendaran angkutan masal.


Pada sebuah stasiun yang cukup padat, beragam latar belakang, gaya hidup, cara pandang melebur menjadi satu dengan tujuan yang sama, yakni kereta.

Kala itu juga maka berbeda bukan lagi menjadi penting.



Senin, 06 Maret 2017

Lalu Waktu dan Aku

JalaRasa,- Ngelancong, perjalananku dijumpai
pohon yang tumbuh di tepi jalan. Darinya terdapat bunga berwarna putih yang tengah mekar-mekarnya. Maka rasanya tak mengherankan jika terpancar keindahan bagi siap saja yang menyempatkan diri untuk sejenak singgah.

Yup, bunga mekar dengan kelopak putih indah lalu waktu menyisakan segala kenangan. Kini yang terdapat hanya bunga dengan kelopak mulai berceceran. Cerita bunga mekar berganti dengan bunga layu.

Waktu pada putaran merenggut keindahan bunga tepi jalan. Waktu telah melakukan serangan begitu dahsyat. Lalu bunga hanya bisa pasrah menerima serangan. Bagi bunga sekuat mempertahan kelopak agar tetap terjaga hanya impian semata.

Sejauh mana bertahan agar tetap terjaga segala macam keindahanya? Kurang lebih begitulah, sebuah putaran waktu yang membawa pada perjalanan dan pada titik-titik tertentu lalu lenyap. Mungkinkah akan mengenangnya, entalah.