Selasa, 14 Maret 2017

Ngelancong, Kota Tua Pelarian Penat

JalaRasa, Ngelancong,- kata apa yang dirasa cocok untuk menggambarkan perihal Jakarta? Jakarta dengan segudang problematika terkadang membuat kota ini penat, belum lagi cerita Pilkada yang kian hari-hari penuh dengan caci maki.  Ramah-tamah seakan hanya sebuah dongeng sebelum tidur, dongeng selingan di antara kisah kancil.

Jakarta oh jakarta begitulah lontaran kata yang dilontarkan musisi yang kerap disapa bang Iwan Fals. Ia menyebut Jakarta penuh dengan drama kehidupan.

Cerita Jakarta sekan tak ada sisi menariknya selaian rupiah. Jakarta tempat orang mencari rupiah. Maka tak mengeherankan jika banyak orang  yang merantau ke Jakarta mengejar sebuah impian berupa berbaikan ekonomi.

Sudahlah sruput kopi hitam kental, salah alamat jika mencari damai di Jakarta. Justru karena Jakarta sumpek maka tak mengherankan jika puncak atau pulau seribu sebagai obat penat.  Hal demikian dapat ditilik dari padatnya ruas jalan raya yang disesaki dengan plat B pada hari libur, puncak macet bukan lantaran si komo lewat.

Solusi lainya adalah Kota Tua, sebuah kawasan dengan bangunan tempo dutu. Pilihan Kota Tua sebagai pelarian penat dari rutinitas menjemukan. Halaman museum Fatahillah tak akan pernah sepi dari pengunjung baik muda-mudi dan tak ketinggalan keluarga.

Pilihan jatuh pada Kota Tua, , yakni jarak yang tak terlampua jauh sehingga Kota Tua menjadi wisata yang paling mungkin terjangkau segala kalangan yang berada di Jakarta.

Wisata Kota Tua dengan menawarkan berupa wisata sejarah, pilihan lainnya adalah keliling bangunan Tua dengan menyewa sepada cantik. Bergaya ala none-none Belanda.

Anda bisa menyewa sepeda dengan pilihan warna-warna cantik. Pilih saja sepeda dengan warna seperti apa yang disukai. Bagi yang ingin menyewa sepeda biasanya dikenakan biaya seharga,

Untuk menyewa sepeda, kamu hanya perlu merogoh kocek Rp 20 ribu per 30 menit, para pengunjung bisa bersepeda santai di area Kota Tua, sambil mengendaoai sepeda onthel dengan warna-warni yang cerah.

Adalah Paguyuban Onthel Wisata Kota Tua yang memprakarsai usaha penyewaan sepeda onthel ini sejak tahun 2008.

Selasa, 07 Maret 2017

Pada Stasiun Itu

jalarasa,- Ngelancong,-

 Saat foto disodorkan maka akan terlahir beragam penafsiran. Sejumlah makna bermuculan  malah sangat dimungkinkan tak pernah terpikirkan sang pemilik foto. 


Ngelancong untuk singgah sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Kurang lebih begitulah gambaran saat aku diharuskan berganti kereta.

Pada salah satu stasiun di kawasan Jakarta, menanti kehadiran kereta yang bakal mengantarkan pada sebuah titik.

Sebagaiamana yang sudah-sudah dan mungkin dalam beberapa tahun ini, apa yang dinamakan stasiun tak akan pernah sepi kecuali kereta berhenti menjalankan fungsing sebagai kendaran angkutan masal.


Pada sebuah stasiun yang cukup padat, beragam latar belakang, gaya hidup, cara pandang melebur menjadi satu dengan tujuan yang sama, yakni kereta.

Kala itu juga maka berbeda bukan lagi menjadi penting.