Rabu, 02 April 2025

Ngeblong, Kopi, Dan Gaya Berpakaian Street Style



Ngeblong dan kopi, dua hal yang bagi saya sesuatu sulit dipisahkan. Yups, aktivitas ngopi akan selalu ikut serta termasuk saat ngebolang. Pada saat rehat atau nongkorong, maka sudah sangat cocok untuk ngopi, setidaknya sebagai pelepas lelas sebelum kembali berlanjut melakukan aktivitas ngebolang.

Dan kamu pun sudah paham benar, bukan. Bahwa kopi tak hanya sekadar suguhan air hitam semata. Tapi, lebih dari itu. Bahkan kerap kali kita sengaja melakukan perjalanan hanya untuk memburu minuman yang bernama kopi. 

 Iya, kita sengaja ngebolang hanya untuk mendapatkan secangkir kopi. Dan pada saat tesuguhkan secangkir kopi, kamu bebas bercerita apa saja. . aku dan kamu pada kopi ditemukan sebuah kebebasan, kita pun merasa merdeka. Maka wajar saja ada penggalan lirik yang "ngobrol di warung kopi,' Warkop DKI. 

Gaya Berpakaian Street Style

Adakah hal yang saling berkaitan antara ngebolang, kopi dan gaya berpakaian ala street style. Mungkin kesannya terlalu dipaksakan, pada pada kenyataan memang saling berhubungan. Setidaknya, bagaimana obrolan berjalan intim jika model pakaian kamu pun berbeda, kamu terlalu nampak serius dengan tampilan kelas atas. 

Tentunya, akan terasa lebih nyaman dan romantis bukan. Coba lihat sekeliling, pada kedai kopi yang berada di pinggiran Jakarta ini. Bagaimana anak muda berpakaian. Sebuah pemandangan yang bisa kamu tiru atau setidaknya menjadi inspirasi pakaian gaya street style,

Kita bukan bagian dari budaya pop, celetoh mu. Lantas kita bagian dari mana, kita juga bukan dari planet mars yang ada di tengah-tengah anak muda. 

Atau kita sedang menjadi aliasn di sebuah kedai ini. 
 
Baiklah, kita sekarang membas tentang budaya pop, sebuah gaya berpakaian ala street style yang dipandang seabgai budaya pop, itu versimu. 

1. kaos dipadukan celana levis

apakah yang kamu kenakan, kamu tidak sedang mengenakan jas atau model gaun layaknya ke pesta. Bukanya pakaian yang kamu kenakan adalah kaos dengan bawahan levis. Yups, model ini kasual yamg samgat cocok untuk kita pakai untuk ngeblong atau memburu kopi. 

2. Tank Top

model pakaain atasan apa yang sedang dipakai, tank top saat nongkrong setelah melakukan perajalanan ke sana-kemari. ngebolang ini. 

 

Selasa, 01 April 2025

Secangkir Kopi, Kamu Bebas Bercerita Apa Saja

 Secangkir kopi, kamu bebas bercerita apa saja. Tapi, tak kunjung juga. Ia pun hanya tersenyum lalu terdiam kembali. Mungkin masih perlu waktu. Tunggu saja sejenak, lalu kita lihat saja. 




Ada Cerita pada Secangkir #Kopi

Kita telah menyadari, bahwa selalu saja ada cerita pada secangkir kopi. Lalu untuk apa juga dipendam. Dan sesungguhnya, aku menanti ada cerita apa lagi yang bakal tersaji. Sama seperti waktu itu, saat kita sama-sama berada dalam satu ruang, Pada Kedai Kopi Itu, Cerita Baru Tersaji

Atau cerita masih sama saja, cerita bagimana kopi bercerita tentang apa yang tengah dirasakan. Terkadang kamu pun bicara panjang kali lebar sampai-sampai cerita mu terasa begitu absurd. 

Bagimana mungkin orang sampai begitu gila terhadap kopi, sampai kopi dipaksa untuk menjelaskan tentang dirinya sendiri. 

Iya, bagaimana mungkin kopi mempunyai filosofinya sendiri. Ada juga kopi layaknya makanan dan orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai pakar tentang kopi membuat daftar cara menyajikan. 

Ada kopi ekpreso, kopi ala vitnam, kopi ala dan ala lainnya. Sungguh tak adil rasanya, tapi itulah kopi. Ia berkali-kali coba khianatin, tapi kopi tetap menawarkan dirinya sendiri. 


#JoinKopi: Satu Cangkir Untuk Bersama


Pembeda hanyalah untuk kamu, aku sengaja menyedaikan secara tersendiri. Bukan lagi secangkir untuk berdua. Hal ini sangaj aku lakukan, bukan lantaran kondisi keuangkan ku sedang bagus-bagusnya. 


Tapi, aku memahami cerita kita telah berbeda jauh, jalan yang telah kamu tentukan bukan lagi tentang mimpi kita. Yang mana kita mencoba mengukir cerita bersama untuk mencapia sebuah tujuan yang sama. 


Untuk itu pula, aku sengaja menyediak secara khusus. Iya, ini Untuk Secangkir #Kopi yang sengaja kupesan untuk kamu. 


Dan sungguh aku menanti cerita baru dari mu, sebuah cerita tentang perjalanan yang mungkin terlalu banyak rasa akan tersaji. Cerita bukan hanya tentang hitam atau putih saja. Tapi, ada banyak cerita yang dari secangkir kopi ini. 


#Ngopi Tubruk Pinggiran Jakarta


Tak perlu khawatir kawan, sama seperti dulu kala saat kita menikmati kopi tubruk di pinggiran Jakarta. Aku masih paham benar, kamu adalah penikmati sejati kopi tubruk. Bagi kamu, kopi tubruk mempunyai cerita unik tersendiri, di balik warna hitam yang kental terdapat sisi unik dari rasa kopi itu sendiri. 


Sema seperti di kedai itu, pembeda kita tidak sedang menikmati secangkir kopi secara bersama-sama. 


Dan kamu masih saja membisu. Terdengar lirik 


"Setiap saat setiap waktu

Kamu selalu menemani aku

Meskipun hitam tapi banyak yang suka

Bersama teman teman ku menikmatimu


Hu la la la kopimu kopiku

Hu la la la join join kopi

Hu la la la arti sahabat

Hu la la la tak ternilai harganya

sebuah lirik yang sudah tak asing, jika tak salah itu lirik dari lagunya band Blackout berjudul Join Kopi


#Kopi, Rasa Terpendam

sebuah rasa yang mungkin sulit kamu kisahkan, sama halnya memahami rasa dari kopi tubruk itu sendiri. Bagi sebagian orang, apa yang dapat dinikmati dari kopi tubruk tanpa gula, hanya sekadar rasa pahit saja. 


Sebuah pandangan jauh berbeda dengan dirimu. Bagi kamu, kopi tubruk tanpa gula tak hanya tentang rasa pahit semata. Kamu pun panjang lebar mulai menjelaskanya, sampai pada filosofi yang terkesan dibuat-buat. 


Kamu pun kerap kali berceloteh, tak bisa dijelaskan secara kata-kata. Kecuali kamu mulai jatuh pada cinta pada kopi itu sendiri. 


Minum #Kopi Itu Perlu


Kamu pun mulai mencoba merayu dengan rayuan begitu kuat, sehingga sangat sulit untuk berkata tidak. Itulah mengapa kamu perlu minum kopi tubruk tanpa gula, sehingga kamu pun bisa memahami cerita untuk pada setiap tetasan kopi yang secara perlhan mulai mengusai mulut. 



#Kopi, Silakan Saja


Setalah itu, kamu pun mulai mempersilkan untuk dapat menceritakan apa yang ada dalam secangkir kopi tuburuk hitam dan pekat. Nikmati saja, tak perlu dipaksakan juga. Jika tak sanggup untuk menikmatinya, mungkin kamu lebih menyukai sedikit gula atau creem, atau gaya racikan kopi lainnya. 


Bukan Sedang Berbagi #Kopi

Atau hari ini kamu sedang tak ingin berbagi cerita. Sebab cerita yang kamu miliki untuk untuk dibagi-bagi. Bagi kamu, nasib yang sedang dijalani adalah murni milikmu untuk untuk dibagi-bagi. 

Jumat, 21 Januari 2022

Sinetron Ipa & Ips, Rifki Merasa Dikhianati Michael



Dalam seketika dunia terasa runtuh saat Rifki mendengar Michael menyetujui ibunya untuk menikah dengan om Roy. Mendengar hal demikian, Rifki yang masih berharap Michael menjadi jodohnya, sudah dapat dipastikan akan sangat kecewa.   

Ia langsung meninggalkan ibu dan anak yang sedang berpelukkan. Sepanjang perjalanan, terngiang ungkapan Michael yang menyutujui pernikahan ibunya.

Esoknya, Michael  menemui Mike dan langsung menayakan perasaan terhadap dirinya. Mike mengukapkan perasaan, singkat cerita Michael jadian sama Mike. Kabar tentang jadian membuat gempar ipa dan ips karena terikat aturan tentang larangan pacaran anak ipa dan Ips.

Rasa sakit hati Rifki semakin menjadi-jadi, ia sangat terpukul mengetahui krupuk kulit kembali jadian bersama Mike, ia semakin yakin bahwa Michael hanya mempermainkan perasaannya. Terjawab sudah pertanyaan yang ia lontarkan kepada krupuk kulit berapa hari yang lalu.

Kegalaun Rifki tentunya membawa anugrah tersendiri bagi Arin. Arin merasa mendapatkan angin segar untuk kembali merajut kasih dengan Rizki.  Yups, kisah sedih Rifki berbanding terbalik dengan Arin.

Rifki menjadi sosok pendiam dan dingin meskipun teman-teman mencoba untuk selalu menghibur, ia menjahui Michael. Wanita yang selama ini dianggap jodohnya ternyata hanyalah sosok wanita kecentilan, hanya dalam dua bulan saja semuanya telah membawa pada perubuhan.

Rifki memutuskan kembali pada pelukkan Arin. Ia ingin menjadikan Michael merasa cemburu dan membuatnya menyesal karena telah setuju dengan pernikahan tersebut.

Padahal di balik itu semua, Michael tak dapat membohongi dirinya bahwa ia begitu mencintai botol kecap. Tapi, ia juga ingin membuat ibunya bahagia. Sambil memandangi video klip bersama Rifki ia menetaskan air mata.

Melihat demikian, Ibu Mila merasa tak tega. Ia berjuang agar anaknya selalu tersenyum, kini malah menjadikan anaknya menangis.

Ibu  Mila mengalami dilema pada dua pilihan antara malanjutkan menikah dengan bapakanya RIfki atau memilih untuk membatalkannya agar anak satunya-satunya kembali tersenyum.

 

Apa itu, jawaban akan ditemukan pada  tiap adegan sinetron Ipa & Ips yang tanyang setiap hari di GTV.

Jumat, 07 April 2017

Video Ubud Luwih Villa

Jalarasa,- Ngelacong , video di atas merupakan hasil perjalanan saya bersama seseorang ke Ubud Bali beberapa waktu lalu. Perjalanan dari Jakarta melalui jalur udara di tempuh sekitar 1.30 menit lalu dilanjutkan dengan menyewa sepeda motor dengan harga sewa sekitar 60 ribu.

Waktu tempuh dari dari bandara Bali ke villa Ubud Luwih memakan dua jam. Waktu tempuh tersebut bagi mereka yang baru dengan anjuran google.

Sesampai di Villa Ubud Luwih, kami langsung di antar ke tempat bagian keluarga dengan vasialitas kolom renang, dapur, kamar mandi serta kamar yang nyaman. Sebauh villa yang dikeliling dengan pemandangan alam menambah suasan kian romantis.

Lokasi villa ini juga terbilang dekat dengan jalan raya ubud, sawah terasiring, dan hutan monyet.
Bagiamana suasan ubud, silakan simak video di atas. Selamat menyaksikan


Rabu, 05 April 2017

Menanti Tari Kecak dan Senja di Pura Uluwatu, Bali




 JalaRasa,- Ngelancong,- Aku begitu tertegun memandangi bangunan-bangunan yang menjulang pada tebing pantai. Terlintas adalah bagaimana cara membangunnya? Akh, aku juga bukan lagi menelusuri sejarah perihal pembangunan pura ini dan saya sendiri yakin banyak yang telah membahas.

Saat ini, masih kurang dari dua jam tiket tari Kecak akan dibuka, penampilan akan dimulai pada pukul 17.00 WITA. Maka nikmatin saja sambil menanti Senja di Pura Uluwatu, Bali. Untuk itu, aku memberikan tema ini adalah menanti Tari Kecak dan Senja.

Kisah ini bermula dari keputusan kami yang sedang menghabiskan waktu di Pulau Dewata dan rasanya kurang lengkap jika tak menyaksikan sebuah pertunjukkan khas Bali.

Dan pada akhirnya kami memutuskan untuk menyaksikan tari Kecak di Pura Uluwatu. Sebuah keputusan yang diambil didasarkan pada rujukan dari teman-teman blogger. Menurut kabar yang beredar, penampilan tari Kecak di tepi pantai dengan pancaran matahari tenggelam, sungguh membuat perasaanku tak sabar.

Kami meluncur dari Hotel Amaris, Legian menuju Puru Uluwatu. Perjalanan lumayan jauh ini ditempuh dengan kendaraan roda dua. Sebelumnya, kami juga singgah di pantai Pandawa, Bali. Pantai ini masih tergolong sepi pengunjung jika disejajarkan dengan pantai Kuta atau pantai Legian atau mungkin memang lagi sepi pengunjung, entalah.

Minum kelapa muda, ngerokok sambil mengamati deburan ombak. Yak kurang lebih begitulah aktivitas sepanjang di Pantai Pandawa. Selebihnya hanya jepret-jepret enggak jelas.

Merasa puas, kami  melanjutkan perjalanan menuju pura Uluwatu. Perjalanan dari Pantai Pandawa ke Puru Uluwatu terbilang cukup sepi. Sepanjang perjalanan, jalanan yang menembus pepohonan terkadang dijumpai juga jalan yang tingkungan menanjak. Namun, jalan raya cukup halus jauh berbeda dengan memasuki kabupaten Cilacap dari Ciamis, jalan raya penuh lubang apalagi saat memasuki kawasan Majenang, Cimanggu.

Setibanya, kami membeli tiket masuk. Oh iya, untuk masuk pura Uluwatu terdapat peraturanya, yakni bagi yang mengenakan celana pendek maka ia harus mengenakan kain yang dikenakan mirip seperti orang mengenakan kain sarung.

Sementara, bagi yang sudah mengenakan celana panjang maka ia cukup mengikatkan selendang pada pinggang.

Perihal penampilan tari kecak sendiri, kita mesti membeli tiketnya kembali. Loket penjualan tiket akan dibuka beberapa menit sebelum pementasan dimulai.

Sayang, senja yang diharpakan tak dapat juga. Ya sudahlah






Minggu, 02 April 2017

Ngelancong, Mengejar Senja ke Tanah Lot, Bali

Ngelancong, Tanah Lot, Bali adalah target terakhir kami selama berpetualang di Pulau Dewata.

Rencana ke Tanah Lot muncul dengan alasan senja. Maklum saja sepanjang ngelancong di Bali kami tak kunjung mendapati  senja yang benar-benar. Tanpa perjumpaan dengan senja rasanya kurang puas terutama bagi saya sedang sibuk-sibuknya bergaya fotografer profesional saja.

Banyak dikatakan blog sampai wikipedia, Tanah Lot banyak dikunjungi lantaran bukan hanya pura semata, tapi juga senja.

Atas dasar tersebutlah, maka kami sepakat untuk meluncur ke Tanah Lot dengan menyebutnya sebagai misi mengejar senja ke Tanah Lot.

  
Sebelumnya kami  menghabiskan waktu di Ubud dengan beragam macam wisata alam dan Pura Uluwatu dengan harapan dapat  menyaksikan tari kecak di bawah pancaran sinar matahari yang mulai tenggelam.

Dua hari tiga malam adalah waktu berleyeh-leyeh di villa Ubud Luwih, sebuah villa yang cukup nyaman apalagi dikeliling alam dan selama itu juga kami mengujungi beberapa kawasan yang banyak ditawarkan para bloger, yakni hutan monyet, sawah dengan model terasiring dan tak beberapa lokasi di jalan raya Ubud.

Waktu nyantai di Ubud telah usai, kami memutuskan menginap di hotel Amaris, Legian. Sebuah lokasi yang bisa dikatakan berbanding terbalik dengan sebelumnya baik dari segi pelayanan, lingkungan maupun hal-hal lainya.

Jika di Ubud adalah desa maka di Legian bisa dikatakan adalah kotanya Bali jadi dapat terlihat jelas bukan perbedaan antara keduanya.

Singkat cerita ini adalah waktunya kami untuk ke Tanah Lot, perjalanan tersebut tak kalah jauh dengan perjalanan kami dari Amaris ke Pura Uluwatu.  Namun, suasana batin terasa berbeda saat mengunjung Uluwatu mungkin ini adalah hari terakhir di Bali belum lagi rental motor yang siap mengambil kendaraanya.

Sepanjang perjalanan dengan waktu yang kian mepet membaut keraguan kian hinggap apakah mungkin dapat sampai sebelum matahari benar-benar menampakkan keindahnya. Hal lainya yang kian membuat keraguaan adalah selama perjalan kerap dijumpai iringan-irangan ritual  jelang hari raya Nyepi.

Keraguan perlahan pudar juga dan kami tiba sebelum pergantian antara waktu. Matahari masih terang menyinar tempar beribadah di pinggir laut. Dan patut diakui, Tanah Lot mempunyai pesona yang tak kalah jauh dengan Puru Uluwatu maka tak mengherankan jika lokasi ini telah dipadati pengunjung.

Hampir setiap pengujung atau bisa dikatakan tak ada satu pun yang ingin kehilangan moment, tiap-tiap dari mereka sibuk dengan kamera. Bagaimana aktivitas mereka, silakan aja simka foto di bawah ini.

Pada Tanah Lot terdapat dua pura terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan.  Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Namun sayang, berharap mendapatkan moment matahari tenggalam belum juga didapat. Pura Tanah Lot dengan segala eksotisnya terasa masih kurang lengkap tanpa sinar jingga.

Ya sudahlah mau dikata apa lagi mungkin alam lagi kurang bersahabat. hehehe



Selasa, 28 Maret 2017

Sruput Kopi Kintamani di Seniman Coffee Studio

Kopi hitam,-Bagi pecinta kopi menikmatinya maka sudah menjadi keharusan mensruputnya tanpa mengenal waktu, tempat dan lokasi.  Begitu juga dengan kami yang secara kebetulan tengah melancong ke Ubud, Bali.

Kami layaknya seorang pemburu yang tengah mencari mangsa berupa kopi khas. Dan pada akhirnya pilihan jatuh pada Seniman Coffee Studio, yakni salah satu kedai kopi yang terletak di jalan raya Ubud, Bali.

Sore hari tepatnya saat hujan belum benar-benar reda, kami nekat meluncur. Setibanya, kedai kopi ini telah disesaki sejumlah wisatawan asing.  Meski demikian, kehadiran kami tetap mendapat sambutan ramah dan mempersilakan untuk memilih tempat duduk.

Kami memilih tempat  yang menghadap jalan raya memang. Alasan utama ialah tempat terasa lebih nikmat jika menghisap rokok dan yang tak kalah penting terlihat tak terlalu sumpek dengan padatnya pengujung. Dengan begitu akan terasa lebih nyaman apalagi dengan tempat duduk yang sebenarnya sama saja dengan tempat duduk pada umumnya terbuat dari plastik cuma bagian kaki bangku terapat lengkungan kayu jadi mirip kursi goyang. Jadi ngopi kian santai dengan goyangan kursi.

Seorang datang dengan membawakan secarik kertas berupa catatan menu. Ia menjelaskan beragam jenis menu yang dapat dinikmati termasuk kopi. Menurunya, semua kopi yang ada disini merupakan hasil racikan sendiri dari biji kopi, proses sangrai hingga penggilingan.

Untuk proses sanggrai dan penggilingan tepat di hadapan hanya terhalang jalan raya.  Kami pun saling berhadapan dengan proses dari biji kopi hingga menjadi bubuk yang siap diracik. Ia pun menawarkan jika ingin melihat langsung bagaimana biji kopi diolah.

Penjelasan secara rinci dan hampir setiap pertayaan dijawab penuh senyuman menambah plus kedai kopi ini. Ia menambahkan,  biji kopi yang siap disajikan terdapat beberapa macam varian dengan tingkat yang berbeda dan biasanya untuk orang Indonesia lebih menyukai premium dengan alasan lebih pahit.

Bagi saya secara pribadi jika mengunjungi sebuah wilayah maka pilihan utama adalah kopi khas daerah tersebut. Itulah alasan mengapa saya memilih kopi hitam dengan diracik tubruk khas Bali, yakni Kintamani.

Sementara itu,ia memilih kopi Latte dan saya sendiri sebagaimana yang sudah-sudah, pilihan jatuh pada kopi hitam dengan racikan tubruk. 

Waktu terasa berjalan begitu lambat mungkin sudah tak sabar lagi untuk sruput kopi. Dalam penantian yang cukup panjang bagi orang yang sudah tak sabar ini, saya mencoba lebih memilih untuk mengamati sekitar tempat ini.

Seniman COffe Studio bisa dikatakan cukup unik, dari dua sepeda tua yang menggantung tepat di pintu masuk dan tak ketinggalan adalah cangkir yang seperti terbuat dari botol minuman yang .

Akhirnya tiba juga, secangkir kopi hitam kintamani dan kopi Latte. Saya yang sudah tak sabar menikmatnya pun langsung mencium kepulan asap.

Sruputan terus berlanjut, kopi ini terasa begitu sayang untuk ditinggilkan begitu saja.

Bagaimana rasa  kopi Kintamani dengan racikan para barista di Seniman Coffee Studio silakan langsung saja dirasakan apalagi jika teman-teman tengah berkunjung ke Ubud, Bali, Indonesia

Untuk lokasinya sangat mudah dijangkau,


Seniman Coffee Studio

Jalan Sriwedari No. 5 Ubud, Bali

80581 Indonesia

Telepon 081236076640

Selasa, 14 Maret 2017

Ngelancong, Kota Tua Pelarian Penat

JalaRasa, Ngelancong,- kata apa yang dirasa cocok untuk menggambarkan perihal Jakarta? Jakarta dengan segudang problematika terkadang membuat kota ini penat, belum lagi cerita Pilkada yang kian hari-hari penuh dengan caci maki.  Ramah-tamah seakan hanya sebuah dongeng sebelum tidur, dongeng selingan di antara kisah kancil.

Jakarta oh jakarta begitulah lontaran kata yang dilontarkan musisi yang kerap disapa bang Iwan Fals. Ia menyebut Jakarta penuh dengan drama kehidupan.

Cerita Jakarta sekan tak ada sisi menariknya selaian rupiah. Jakarta tempat orang mencari rupiah. Maka tak mengeherankan jika banyak orang  yang merantau ke Jakarta mengejar sebuah impian berupa berbaikan ekonomi.

Sudahlah sruput kopi hitam kental, salah alamat jika mencari damai di Jakarta. Justru karena Jakarta sumpek maka tak mengherankan jika puncak atau pulau seribu sebagai obat penat.  Hal demikian dapat ditilik dari padatnya ruas jalan raya yang disesaki dengan plat B pada hari libur, puncak macet bukan lantaran si komo lewat.

Solusi lainya adalah Kota Tua, sebuah kawasan dengan bangunan tempo dutu. Pilihan Kota Tua sebagai pelarian penat dari rutinitas menjemukan. Halaman museum Fatahillah tak akan pernah sepi dari pengunjung baik muda-mudi dan tak ketinggalan keluarga.

Pilihan jatuh pada Kota Tua, , yakni jarak yang tak terlampua jauh sehingga Kota Tua menjadi wisata yang paling mungkin terjangkau segala kalangan yang berada di Jakarta.

Wisata Kota Tua dengan menawarkan berupa wisata sejarah, pilihan lainnya adalah keliling bangunan Tua dengan menyewa sepada cantik. Bergaya ala none-none Belanda.

Anda bisa menyewa sepeda dengan pilihan warna-warna cantik. Pilih saja sepeda dengan warna seperti apa yang disukai. Bagi yang ingin menyewa sepeda biasanya dikenakan biaya seharga,

Untuk menyewa sepeda, kamu hanya perlu merogoh kocek Rp 20 ribu per 30 menit, para pengunjung bisa bersepeda santai di area Kota Tua, sambil mengendaoai sepeda onthel dengan warna-warni yang cerah.

Adalah Paguyuban Onthel Wisata Kota Tua yang memprakarsai usaha penyewaan sepeda onthel ini sejak tahun 2008.

Selasa, 07 Maret 2017

Pada Stasiun Itu

jalarasa,- Ngelancong,-

 Saat foto disodorkan maka akan terlahir beragam penafsiran. Sejumlah makna bermuculan  malah sangat dimungkinkan tak pernah terpikirkan sang pemilik foto. 


Ngelancong untuk singgah sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Kurang lebih begitulah gambaran saat aku diharuskan berganti kereta.

Pada salah satu stasiun di kawasan Jakarta, menanti kehadiran kereta yang bakal mengantarkan pada sebuah titik.

Sebagaiamana yang sudah-sudah dan mungkin dalam beberapa tahun ini, apa yang dinamakan stasiun tak akan pernah sepi kecuali kereta berhenti menjalankan fungsing sebagai kendaran angkutan masal.


Pada sebuah stasiun yang cukup padat, beragam latar belakang, gaya hidup, cara pandang melebur menjadi satu dengan tujuan yang sama, yakni kereta.

Kala itu juga maka berbeda bukan lagi menjadi penting.



Senin, 06 Maret 2017

Lalu Waktu dan Aku

JalaRasa,- Ngelancong, perjalananku dijumpai
pohon yang tumbuh di tepi jalan. Darinya terdapat bunga berwarna putih yang tengah mekar-mekarnya. Maka rasanya tak mengherankan jika terpancar keindahan bagi siap saja yang menyempatkan diri untuk sejenak singgah.

Yup, bunga mekar dengan kelopak putih indah lalu waktu menyisakan segala kenangan. Kini yang terdapat hanya bunga dengan kelopak mulai berceceran. Cerita bunga mekar berganti dengan bunga layu.

Waktu pada putaran merenggut keindahan bunga tepi jalan. Waktu telah melakukan serangan begitu dahsyat. Lalu bunga hanya bisa pasrah menerima serangan. Bagi bunga sekuat mempertahan kelopak agar tetap terjaga hanya impian semata.

Sejauh mana bertahan agar tetap terjaga segala macam keindahanya? Kurang lebih begitulah, sebuah putaran waktu yang membawa pada perjalanan dan pada titik-titik tertentu lalu lenyap. Mungkinkah akan mengenangnya, entalah.